Washington (KABARIN) - Amerika Serikat meluruskan isu panas soal serangan drone yang sempat dikaitkan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Menurut pejabat keamanan nasional AS, Ukraina tidak pernah menargetkan Putin maupun kediamannya dalam insiden drone terbaru.
Laporan The Wall Street Journal menyebut penilaian itu didasarkan pada analisis intelijen, termasuk dari Badan Intelijen Pusat CIA. Dari hasil penelusuran tersebut, tidak ditemukan indikasi adanya upaya menyerang Putin secara langsung.
Pejabat AS yang mengetahui laporan intelijen menjelaskan bahwa target yang dimaksud Ukraina adalah sasaran militer yang sebelumnya juga pernah diserang. Lokasinya memang berada di wilayah yang sama dengan salah satu kediaman Putin, tetapi jaraknya tidak berdekatan dan tidak berkaitan dengan tempat tinggal presiden Rusia itu.
Dari pihak Ukraina, Menteri Luar Negeri Andrii Sybiha juga menepis tuduhan Moskow. Ia menyebut Rusia tidak mampu menunjukkan bukti yang meyakinkan soal klaim serangan drone terhadap kediaman presiden di wilayah Novgorod.
Presiden AS Donald Trump turut menanggapi isu tersebut dengan nada skeptis. Ia bahkan membagikan tautan editorial New York Post yang berjudul “Gertakan ‘serangan’ Putin menunjukkan Rusia adalah pihak yang menghalangi perdamaian.”
Trump mengaku sempat membahas kabar itu dalam percakapan telepon dengan Putin. Namun setelahnya, ia membuka kemungkinan bahwa insiden tersebut sebenarnya “tidak terjadi.”
“Anda mengatakan mungkin serangan itu tidak terjadi—itu juga mungkin, saya kira, tetapi Presiden Putin mengatakan kepada saya pagi ini bahwa itu terjadi,” ujar Trump.
Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dengan tegas membantah klaim Rusia. Menurutnya, tudingan itu sengaja dilontarkan untuk “merusak seluruh pencapaian dari upaya diplomatik bersama” dengan tim Trump serta “membenarkan serangan tambahan terhadap Ukraina.”
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026